BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pola pertumbuhan sepanjang daur hidup tumbuhan dicirikan oleh suatu fungsi pertumbuhan yang disebut Kurva Sigmoid yaitu kurva yang berbentuk S. pertumbuhan kecambah yang lamban dan biasanya negatif dalam hal penambahan berat kering selama periode yang pendek saja, selama satu atau dua minggu.
Fase ini diikuti oleh suatu periode laju pertumbuhan eksponensial; fase ini relatif pendek dalam tajuk tanaman budidaya, Fase linier merupakan kelanjutan berikutnya selama periode yang relative panjang, selama ini tejadi penambahan berat kering dengan laju yang konstan. Pada tanaman budidaya, fase linier merupakan pernyataan dari laju pertumbuhan tanaman budidaya (Crop Growth Rate = CGR).
Analisis Pertumbuhan.
Salah satu pendekatan terhadap analisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil panen dan analisis perkembangan tanaman sebagai penimbunan bersih hasil fotosintesis secara terintegrasi dengan waktu, disebut sebagai analisis pertumbuhan.
1.2 Rumusan masalah
Mengapa?...
Tinggi Tanaman
Jumlah daun
Luas daun
dan Berat Kering Tanaman
Perlu diukur/dihitung?...
1.3 Tujuan
Untuk mengukur kemampuan tanaman sebagai penghasil fotosintesis yang dinyatakan dengan berat kering.
1.4 Metode
Metode yang digunakan untuk membuat Karya Ilmiah ini adalah telaah pustaka dan pemanfaatan teknologi informasi (internet/browsing), dan bahan kuliah dari bapak dan ibu pembimbing mata kuliah, penulis memilih metode ini dikarenakan waktu yang diberikan sangat singkat, sehinga tidak memungkinkan untuk melakukan penelitian. Dan dengan metode-metode yang dilakukan ini juga penulis dapat memperoleh data yang cukup akurat dalam penulisan makalah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Laju pertumbuhan tanaman (LPT) = crop growth rate (CGR) adalah kemampuan tanaman menghasilkan bahan kering hasil asimilasi tiap satuan luas lahan tiap satuan waktu (g/m2/minggu)
Laju pertumbuhan nisbi/relatif (LPN/LTR) = relative growth rate (RGR) adalah kemampuan tanaman menghasilkan bahan kering hasil asimilasi tiap satuan bobot kering awal tiap satuan waktu (g/g/minggu)
Indeks luas daun (ILD) = leaf area index (LAI) adalah luas daun di atas suatu luas lahan. ILD 2 artinya di atas tiap m2 lahan ditutupi 2 m2 daun, tidak bersatuan.
Laju asimilasi bersih/netto (LAB/LAN) = net assimilation rate (NAR) adalah kemampuan tanaman menghasilkan bahan kering hasil asimilasi tiap satuan luas daun tiap satuan waktu (g/dm2/minggu)
Bobot daun khas (BDK) = specific leaf weight (SLW) adalah bobot daun tiap satuan luas daun, menggambarkan ketebalan daun (g/dm2)
Indeks panen (IP) = harvest index (HI) : kemampuan tanaman menyalurkan asimilat, tanpa satuan.
LAN paling tinggi nilainya pada saat tumbuhan masih kecil dan sebagian besar daunnya terkena cahaya matahari langsung.
LAN kemungkinan akan menurun pada saat pertambahan luas daun, sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis secara optimal.
Sehingga akan terdapat suatu saat dimana LTP tidak tanggap lagi terhadap peningkatan ILD. ILD pada saat LTP mencapai maksimum disebut ILD Optimum.
Peningkatan luas daun selanjutnya mengakibatkan peningkatan ILD, daun-daun akan saling menutupi satu dengan yang lain dari akibat nilai LAN menurun. Penurunan nilai LAN sedemikian rupa akan mengakibatkan laju pertumbuhan menurun.
ILD pada saat LTP atau LTR mulai menurun disebut ILD Kritis
2.2 Perbedaan Fisiologi Tanaman dengan Fisiologi Tumbuhan
Fisiologi tanaman adalah mempelajari proses di dalam tubuh tanaman (tumbuhan budidaya) pada tingkatan individu dan populasi. Sedangkan Fisiologi Tumbuhan adalah mempelajari proses di dalam tubuh tumbuhan secara umum pada tingkatan molekuler dan seluler.
2.3 Alat yang Digunakan
Mempelajari proses perlu alat – sederhana – canggih Luas daun : timbangan (gravimetri), area meter, canopy analyzer, Bobot kering : oven, timbangan Fotosintesis : Photosynthetic analyzer Bukaan stomata-transpirasi : mikroskop, kobal klorid, porometer Klorofil: bagan warna daun, spectrophotometer,chlorophyll meter Cahaya : light meter, tube solarimeter.
2.4 Analisis Pertumbuhan
Tanpa alat yang canggih proses fisiologis tanaman dapat dipelajari dg analisis pertumbuhan,Macam pengamatan, Cara pengamatan, Cara penghitungan variabel pengamatan, Interpretasi data variabel pengamatan, Hubungan antar variabel pengamatan.
2.5 Macam Pengamatan
Luas daun
Bobot kering tanaman
Distribusi cahaya
Jumlah bagian-bagian tanaman
2.6 Macam Pengamatan Luas daun
Gravimetri adalah semua daun dirompes, digambar, gambar dipotong, ditimbang Luas daun=luas standar/bobot standar x bobot gambar, Plong adalah semua daun dirompes, ditimbang bobot segar, diambil sebagian daun diplong, Luas daun=luas plong/bobot plong x bobot daun
2.7 Macam pengamatan luas daun
Kertas millimeter adalah dibuat kotak-kotak berukuran mis 0,5cmx0,5cm pada plastik transparan, masing-masing daun diletakkan dibawah plastik dihitung berapa kotak-diperkirakan luas, Area meter adalah semua daun dirompes, diletakkan di atas ban berjalan area meter – luas dapat dibaca, Canopy analyzer adalah alat diletakkan di bawah tajuk tanaman- ILD otomatis dapat dibaca.
2.8 Bobot Kering Tanaman
Bahan basah dibagi menurut jenis organ adalah daun, batang, akar(bila mungkin), buah, biji, kulit biji dll, bila terlalu banyak disubsampel dan Bahan basah di jemur sampai kering matahari – dioven pada suhu 65-85o C sampai berat tetap, setelah 48 jam kemudian Ditimbang dengan timbangan ketelitian 2 angka dibelakang koma dalam gram.
2.9 Distribusi Cahaya Matahari
Pengamatan seharusnya dengan tube solarimeter - dibaca energi matahari di bawah tajuk dibanding di tempat terbuka – dinyatakan dlm %, satu tube mempunyai 10 sensor, dibaca 5 kali random, Dapat dengan light meter – yang diukur terang cahaya di bawah tajuk dibanding tempat terbuka dinyatakan dalam %, 1 sensor. Dibaca 1 kali di tempat terbuka, 5-10 di bawah tajuk. Saat menerobos tajuk, macam cahaya yang banyak diteruskan- inframerah-dengan terang yang sama,energi lebih kecil.
2.10 Komponen Hasil
Kelapa : jumlah janjang, jumlah buah per janjang, bobot per buah.
Karet : volume lateks, rende-men
Teh : jumlah pucuk, bobot per pucuk
Padi : Jumlah malai per rumpun, jumlah biji per malai, bobot 1000 butir biji
2.11 Cara Pengamatan
Tanaman Semusim Waktu dapat berkala 1-2 minggu sekali, bila terbatas 2-3 kali, 2 kali saat pertumbuhan linier, 1kali saat panen, Jumlah 2-5 tanaman tiap sampling, luas lahan=jumlah tanaman x jarak tanam, Tidak menggunakan tanaman tepi/yang menjadi di tepi.
2.12 Cara Pengamatan Tanaman Tahunan
Cukup sulit karena : umur panjang, bobot berat, Pengamatan langsung distruktif jumlah sampel sedikit, dapat menggunakan tanaman yang akan dibongkar, Pengamatan tidak langsung dengan mencari hubungan antar bagian ; luas daun dengan tebal pelepah daun-kelapa sawit, Jarang dilakukan, penting, yang pernah : kelapa, sawit, teh, kopi, kakao.
2.13 Perhitungan
a. ILD = 1/Ga x La2-La1 /2 atau La/Ga
b. LAB = W2-W1/T2-T1 X lnLa2-lnLa1/La2-La1 (g/dm2/minggu)
c. LPT = 1 /Ga X W2-W1/T2-T1 (g/m2/minggu)
d. LPN = lnW2-lnW1/T2-T1 (g/g/minggu)
e. BDK = Lw/La (g/dm2)
f. IP = We/W
g. Ga = luas lahan, La=luas daun, W=bobot kr tan
h. Lw = bobot kr daun, 2=umur tua, 1=umur muda
2.14 Antar Variabel Pengamatan
a. ILD kritis adalah ILD yang menyebabkan tanaman menyerap cahaya 95%
b. ILD optimum adalah ILD yang menyebabkan LPT maksimum
c. Hubungan lain dapat dicari adalah ILD x Hasil, BKT x Hasil, IP x Hasil, ILD x LAB dll
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
a. Ilmu yang mempelajari proses di dalam tubuh tanaman (tumbuhan budidaya) pada tingkatan individu dan populasi disebut Fisiologi Tanaman.
b. Ilmu yang mempelajari proses di dalam tubuh tumbuhan secara umum pada tingkatan molekuler dan seluler disebut Fisiologi Tumbuhan.
c. 90% bahan kering tanaman berasal dari hasil fotosintesis.
d. Faktor - faktor yang mempengaruhi hasil panen dan analisis perkembangan tanaman sebagai penimbunan bersih hasil fotosintesis secara terintegrasi dengan waktu disebut Analisis Pertumbuhan
e. Fotosintesis maksimal jarang berkorelasi dengan hasil.
f. ILD tinggi mengakibatkan daun banyak ternaungi – fotosintesis rendah.
g. Daun mendapat cahaya penuh mengalami cekaman air, namun tidak semua tanaman.
3.2 SARAN
Pada pembuatan makalah ini seharusnya alat – alat yang digunakan harus lengkap dan modern untuk mendapatkan data yang akurat. Dan waktu yang diberikan juga jangan terlalu singkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar