Jumat, 10 Juni 2011

makalah analisis pertumbuhan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pola pertumbuhan sepanjang daur hidup tumbuhan dicirikan oleh suatu fungsi pertumbuhan yang disebut Kurva Sigmoid yaitu kurva yang berbentuk S. pertumbuhan kecambah yang lamban dan biasanya negatif dalam hal penambahan berat kering selama periode yang pendek saja, selama satu atau dua minggu.
Fase ini diikuti oleh suatu periode laju pertumbuhan eksponensial; fase ini relatif pendek dalam tajuk tanaman budidaya, Fase linier merupakan kelanjutan berikutnya selama periode yang relative panjang, selama ini tejadi penambahan berat kering dengan laju yang konstan. Pada tanaman budidaya, fase linier merupakan pernyataan dari laju pertumbuhan tanaman budidaya (Crop Growth Rate = CGR).
Analisis Pertumbuhan.
Salah satu pendekatan terhadap analisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil panen dan analisis perkembangan tanaman sebagai penimbunan bersih hasil fotosintesis secara terintegrasi dengan waktu, disebut sebagai analisis pertumbuhan.
1.2 Rumusan masalah
Mengapa?...
 Tinggi Tanaman
 Jumlah daun
 Luas daun
 dan Berat Kering Tanaman
Perlu diukur/dihitung?...
1.3 Tujuan
Untuk mengukur kemampuan tanaman sebagai penghasil fotosintesis yang dinyatakan dengan berat kering.




1.4 Metode
Metode yang digunakan untuk membuat Karya Ilmiah ini adalah telaah pustaka dan pemanfaatan teknologi informasi (internet/browsing), dan bahan kuliah dari bapak dan ibu pembimbing mata kuliah, penulis memilih metode ini dikarenakan waktu yang diberikan sangat singkat, sehinga tidak memungkinkan untuk melakukan penelitian. Dan dengan metode-metode yang dilakukan ini juga penulis dapat memperoleh data yang cukup akurat dalam penulisan makalah.
























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
 Laju pertumbuhan tanaman (LPT) = crop growth rate (CGR) adalah kemampuan tanaman menghasilkan bahan kering hasil asimilasi tiap satuan luas lahan tiap satuan waktu (g/m2/minggu)
 Laju pertumbuhan nisbi/relatif (LPN/LTR) = relative growth rate (RGR) adalah kemampuan tanaman menghasilkan bahan kering hasil asimilasi tiap satuan bobot kering awal tiap satuan waktu (g/g/minggu)
 Indeks luas daun (ILD) = leaf area index (LAI) adalah luas daun di atas suatu luas lahan. ILD 2 artinya di atas tiap m2 lahan ditutupi 2 m2 daun, tidak bersatuan.
 Laju asimilasi bersih/netto (LAB/LAN) = net assimilation rate (NAR) adalah kemampuan tanaman menghasilkan bahan kering hasil asimilasi tiap satuan luas daun tiap satuan waktu (g/dm2/minggu)
 Bobot daun khas (BDK) = specific leaf weight (SLW) adalah bobot daun tiap satuan luas daun, menggambarkan ketebalan daun (g/dm2)
 Indeks panen (IP) = harvest index (HI) : kemampuan tanaman menyalurkan asimilat, tanpa satuan.
 LAN paling tinggi nilainya pada saat tumbuhan masih kecil dan sebagian besar daunnya terkena cahaya matahari langsung.
 LAN kemungkinan akan menurun pada saat pertambahan luas daun, sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis secara optimal.
 Sehingga akan terdapat suatu saat dimana LTP tidak tanggap lagi terhadap peningkatan ILD. ILD pada saat LTP mencapai maksimum disebut ILD Optimum.
 Peningkatan luas daun selanjutnya mengakibatkan peningkatan ILD, daun-daun akan saling menutupi satu dengan yang lain dari akibat nilai LAN menurun. Penurunan nilai LAN sedemikian rupa akan mengakibatkan laju pertumbuhan menurun.
 ILD pada saat LTP atau LTR mulai menurun disebut ILD Kritis


2.2 Perbedaan Fisiologi Tanaman dengan Fisiologi Tumbuhan
Fisiologi tanaman adalah mempelajari proses di dalam tubuh tanaman (tumbuhan budidaya) pada tingkatan individu dan populasi. Sedangkan Fisiologi Tumbuhan adalah mempelajari proses di dalam tubuh tumbuhan secara umum pada tingkatan molekuler dan seluler.
2.3 Alat yang Digunakan
Mempelajari proses perlu alat – sederhana – canggih Luas daun : timbangan (gravimetri), area meter, canopy analyzer, Bobot kering : oven, timbangan Fotosintesis : Photosynthetic analyzer Bukaan stomata-transpirasi : mikroskop, kobal klorid, porometer Klorofil: bagan warna daun, spectrophotometer,chlorophyll meter Cahaya : light meter, tube solarimeter.
2.4 Analisis Pertumbuhan
Tanpa alat yang canggih proses fisiologis tanaman dapat dipelajari dg analisis pertumbuhan,Macam pengamatan, Cara pengamatan, Cara penghitungan variabel pengamatan, Interpretasi data variabel pengamatan, Hubungan antar variabel pengamatan.
2.5 Macam Pengamatan
 Luas daun
 Bobot kering tanaman
 Distribusi cahaya
 Jumlah bagian-bagian tanaman
2.6 Macam Pengamatan Luas daun
Gravimetri adalah semua daun dirompes, digambar, gambar dipotong, ditimbang Luas daun=luas standar/bobot standar x bobot gambar, Plong adalah semua daun dirompes, ditimbang bobot segar, diambil sebagian daun diplong, Luas daun=luas plong/bobot plong x bobot daun
2.7 Macam pengamatan luas daun
Kertas millimeter adalah dibuat kotak-kotak berukuran mis 0,5cmx0,5cm pada plastik transparan, masing-masing daun diletakkan dibawah plastik dihitung berapa kotak-diperkirakan luas, Area meter adalah semua daun dirompes, diletakkan di atas ban berjalan area meter – luas dapat dibaca, Canopy analyzer adalah alat diletakkan di bawah tajuk tanaman- ILD otomatis dapat dibaca.
2.8 Bobot Kering Tanaman
Bahan basah dibagi menurut jenis organ adalah daun, batang, akar(bila mungkin), buah, biji, kulit biji dll, bila terlalu banyak disubsampel dan Bahan basah di jemur sampai kering matahari – dioven pada suhu 65-85o C sampai berat tetap, setelah 48 jam kemudian Ditimbang dengan timbangan ketelitian 2 angka dibelakang koma dalam gram.
2.9 Distribusi Cahaya Matahari
Pengamatan seharusnya dengan tube solarimeter - dibaca energi matahari di bawah tajuk dibanding di tempat terbuka – dinyatakan dlm %, satu tube mempunyai 10 sensor, dibaca 5 kali random, Dapat dengan light meter – yang diukur terang cahaya di bawah tajuk dibanding tempat terbuka dinyatakan dalam %, 1 sensor. Dibaca 1 kali di tempat terbuka, 5-10 di bawah tajuk. Saat menerobos tajuk, macam cahaya yang banyak diteruskan- inframerah-dengan terang yang sama,energi lebih kecil.
2.10 Komponen Hasil
 Kelapa : jumlah janjang, jumlah buah per janjang, bobot per buah.
 Karet : volume lateks, rende-men
 Teh : jumlah pucuk, bobot per pucuk
 Padi : Jumlah malai per rumpun, jumlah biji per malai, bobot 1000 butir biji
2.11 Cara Pengamatan
Tanaman Semusim Waktu dapat berkala 1-2 minggu sekali, bila terbatas 2-3 kali, 2 kali saat pertumbuhan linier, 1kali saat panen, Jumlah 2-5 tanaman tiap sampling, luas lahan=jumlah tanaman x jarak tanam, Tidak menggunakan tanaman tepi/yang menjadi di tepi.
2.12 Cara Pengamatan Tanaman Tahunan
Cukup sulit karena : umur panjang, bobot berat, Pengamatan langsung distruktif jumlah sampel sedikit, dapat menggunakan tanaman yang akan dibongkar, Pengamatan tidak langsung dengan mencari hubungan antar bagian ; luas daun dengan tebal pelepah daun-kelapa sawit, Jarang dilakukan, penting, yang pernah : kelapa, sawit, teh, kopi, kakao.

2.13 Perhitungan
a. ILD = 1/Ga x La2-La1 /2 atau La/Ga
b. LAB = W2-W1/T2-T1 X lnLa2-lnLa1/La2-La1 (g/dm2/minggu)
c. LPT = 1 /Ga X W2-W1/T2-T1 (g/m2/minggu)
d. LPN = lnW2-lnW1/T2-T1 (g/g/minggu)
e. BDK = Lw/La (g/dm2)
f. IP = We/W
g. Ga = luas lahan, La=luas daun, W=bobot kr tan
h. Lw = bobot kr daun, 2=umur tua, 1=umur muda
2.14 Antar Variabel Pengamatan
a. ILD kritis adalah ILD yang menyebabkan tanaman menyerap cahaya 95%
b. ILD optimum adalah ILD yang menyebabkan LPT maksimum
c. Hubungan lain dapat dicari adalah ILD x Hasil, BKT x Hasil, IP x Hasil, ILD x LAB dll











BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
a. Ilmu yang mempelajari proses di dalam tubuh tanaman (tumbuhan budidaya) pada tingkatan individu dan populasi disebut Fisiologi Tanaman.
b. Ilmu yang mempelajari proses di dalam tubuh tumbuhan secara umum pada tingkatan molekuler dan seluler disebut Fisiologi Tumbuhan.
c. 90% bahan kering tanaman berasal dari hasil fotosintesis.
d. Faktor - faktor yang mempengaruhi hasil panen dan analisis perkembangan tanaman sebagai penimbunan bersih hasil fotosintesis secara terintegrasi dengan waktu disebut Analisis Pertumbuhan
e. Fotosintesis maksimal jarang berkorelasi dengan hasil.
f. ILD tinggi mengakibatkan daun banyak ternaungi – fotosintesis rendah.
g. Daun mendapat cahaya penuh mengalami cekaman air, namun tidak semua tanaman.

3.2 SARAN
Pada pembuatan makalah ini seharusnya alat – alat yang digunakan harus lengkap dan modern untuk mendapatkan data yang akurat. Dan waktu yang diberikan juga jangan terlalu singkat.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada umumnya tanaman akan melewati proses pertumbuhan, perkecambahan dan perkembangan. pertumbuhan adalah Proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume atau jumlah) yang bersifat irreversible, Pertumbuhan merupakan proses kuantitatif dan Alat untuk engukur pertumbuhan disebut auksanometer. Jenis - jenis pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan Primer Pertumbuhan yang menyebabkan batang batang dan akar tumbuhan bertambah tinggi atau panjang, diawali dengan pembelahan sel di daerah meristem apical, meristem apikal terbagi atas 3 daerah yaitu daerah pembelajan, daerah pemanjangan dan daerah differensiasi
Perkembangan adalah merupakan proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat pemetangan atau kedewasaan makhluk hidup. proses perubahan secara berurutan adalah dari spesialiasi, diferensiasi, histogenesis, organogenesis dan gametogenesis) Perkembangan merupakan proses kualitatif yang tidak dapat diukur. Struktur biji Biji terdapat dalam buah, biji berkembang dari bakal biji yang dibuahi dan mengandung embrio serta cadangan makanan. Berdasarkan letak cadangan makanan, ada biji berendosperm atau beralbumin (jagung) dan ada yang tak berendosperm atau biji eksalbumin(bijibungamatahari)
Perkembangan adalah merupakan proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat pemetangan atau kedewasaan makhluk hidup.: Jumlah bertambah banyak Spesialisasi : sel-sel yang sejenis berkelompok Diferensiasi sel : Sel-sel mengalami perbedaan bentuk dan fungsi Organ ogenesis sel: proses pembentukkan organ-organ tumbuhan Morfogenesis sel: Organ satu dengan yang yang lain memiliki kekhususan dalam bentuk dan fungsi Perkecambahan; proses pertumbuhan biji menjadi makhluk hidup baru.

1.2 Tujuan
Makalah ini disusun bertujuan untuk mengetahui definisi dari pertumbuhan dan perkembangan tanaman, proses perkecambahan, jenis perkecambahan, dan hormone – hormone yang berperan didalamnya.

1.3 Metode
Metode yang digunakan untuk membuat makalah ini adalah telaah pustaka dan pemanfaatan teknologi informasi (internet/browsing), dan bahan kuliah dari bapak dan ibu pembimbing mata kuliah, penulis memilih metode ini dikarenakan waktu yang diberikan sangat singkat, sehinga tidak memungkinkan untuk melakukan penelitian. Dan dengan metode-metode yang dilakukan ini juga penulis dapat memperoleh data yang cukup akurat dalam penulisan makalah.















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
pertumbuhan adalah Proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume atau jumlah) yang bersifat irreversible. Perkembangan adalah merupakan proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat pemetangan atau kedewasaan makhluk hidup. Perkembangan adalah merupakan proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat pemetangan atau kedewasaan makhluk hidup.
2.2 Jenis perkecambahan :
2.2.1 Perkecambahan tipe epigaeal
Perkecambahan yang ditandai dengan posisi kotiledon berada di atas permukaan tanah. Biasanya terjadi pada tanaman dikotil.
2.2.2 Perkecambahan tipe hipogaeal
Perkecambahan yang ditandai dengan posisi kotiledon (biji) tetap berada di dalam tanah. Biasanya terjadipadatanamanmonokotil.
2.3 Perkecambahan.
Perkecambahan adalah tumbuhnya embrio dalam biji secara perlahan menjadi tumbuhan dewasa. Perkecambahan dipengaruhi oleh faktor eksternal (kadar air, suhu, oksigen, dan cahaya) dan factor internal (hormon, kematangan embrio, dan sifat dormansi biji).
2.3.1 Urutan proses perkecambahan
Imbibisi adalah Masuknya air kedalam biji Aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme : membongkar cadangan makanan dalam kotiledon / endosperm. Hasil pembongkaran berupa sumber energi sebagai bahan penyusun komponen sel, dan pertumbuhan embrio. Embrio tumbuh dan berkembang Faktor Internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
2.3.2 Genetik(hereditas)
Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat dalam sel makhluk hidup. Gen bekerja untuk mengkodekan aktivitas dan sifat yang khusus dalam pertumbuhan dan perkembangan
2.3.3 Enzim
Enzim merupakan suatu makromolekul (protein) yang mempercepat suatu reaksi kimia dalam tubuhmakhlukhidup(Biokatalisator).Suatu rangkaian reaksi dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung hanya melibatkan satu jenis enzim.Perbedaan jenis gen menyebabkan terjadinya perbedaan respons pertumbuhan terhadap kondisi lingkungan yang sama
2.3.4 Hormon (fitohormon)
Hormon merupakan zat pengatur tumbuh, yaitu molekul organik yang dihasilkan oleh satu bagian tumbuhan dan ditransportasikan ke bagian lain yang dipengaruhinya.Hormon dalam konsentrasi rendah menimbulkan respons fisiologis. Terdapat 2 kelompok hormon yaitu :
a. Hormon pemicu pertumbuhan (auksin, Giberelin dan sitokinin).
b. Hormonpenghambat pertumbuhan (asam absisat, gas etilen, hormon kalin dan asam traumalin.
2.3.4.1 HormonAuksin
hormone auksin berasal dari bahasa latin, dan ditemukan oleh peneliti asal belanda yang bernama Fritz Went. Objek penelitian nya adalah Rumput (Avenasativa) Hasil penelitian nya adalah mengekstraks zat pengatur fototropisme pada tumbuhan rumput Kesimpulan nya auksin banyak diproduksi di jaringan meristem. Kadar auksin dipengaruhi oleh cahaya matahari, dan auksin mempengaruhi percepatan pembelahan sel pada daerah meristem apical


2.3.4.1.1 Struktur auksin
Struktur yang paling dikenal adalah IAA (Indol Acetik acid), yang mirip dengan asam amino triptophan. Aktivitasnya dihambat oleh cahaya matahari
Auksin disintesis di meristem apikal, daun-daun muda dan biji
2.3.4.1.2 Fungsi hormon Auksin
 Merangsang pemanjangn sel pada daerah titik tumbuh
 Merangsang pembentukkan akar
 Merangsang pembentukkan buah tanpa biji (partenokarpi)
 Merangsang differensiasi jaringan pembuluh
 Merangsang absisi ( pengguguran pada daun)
 Berperan dalam dominansi apical
2.3.4.2 Hormon Giberelin
Hormon giberelin berasal dari bahasa Latin yang ditemu oleh Ewiti Kurosawa, Objek penelitiannya adalah Tanaman padi (Oryza sativa) yang terkena penyakit foolish seedling (tanaman pucat dan luar biasa panjang) dan jamur Gibberella fujikuroi dan Hasil penelitian nya adalah mengisolasi giberelin dari jamur Gibberella fujikuroi, yang diberi nama giberelin
(GA/Giberelic acid)
Kesimpulan : pemanfaatan giberelin secara umum menyebabkan pertumbuhan raksasa
Fungsi Giberelin
 Merangsang pemanjangan batang dan pembelahan sel
 Merangsang perkecambahan biji
 Memecah dormansi biji
 Merangsang pembungaan dan pembuahan
2.3.4.3 Hormon Sitokinin
Hormon sitokinin berasal dari bahasa latin yang ditemukan oleh Van Overbeek Objek penelitiannya adalah pertumbuhan embrio dan air kelapa muda Hasil penelitiannya adalah mengisolasi zat yang menyebabkan pembelahan sel (sitokinesis) yang disebut kinetin Jenis : Kinetin, Zeatin (pada jagung) benzil amino purin kesimpulan : pemanfaatan sitokinin secara umum menyebabkan pertumbuhan tunas-tunas samping (lateral) sehingga tanaman menjadirimbun.
Fungsi Sitokinin
Bersama auksin, dan giberelin merangsang pembelahan dan pemanjangan sel :
 Menghambat dominansi apikal oleh auksin
 Merangsang pertumbuhan kuncup lateral
 Merangsang pemanjangan titik tumbuh
 Mematahkan dormansi biji serta merangsang pertumbuhan embrio
 Merangsang pembentukan akar cabang
 Menghambat pertumbuhan akar adventives
 Menghambat proses penuaan (senescence) daun, bunga dan buah dengan cara mengontrol proses kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel daun
2.3.4.4 Hormon Asam Absisat (ABA)
Hormon Asam Absisat (ABA) berasal dari bahasa Latin yang ditemukan oleh P.F. Wareing dan F.T. Addicott dan Objek penelitiannya adalah buah kapas, Hasil penelitian adalah Mendorong terjadinya perontokkan (absisi) pada tumbuhan Jenisnya adalah Kinetin, Zeatin (pada jagung) benzil amino purin Kesimpulan : hormon yang menyebabkan kerontokan ada saun dan buah.

Fungsi Hormon Asam Absisat (ABA)
Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan di daerah titik tumbuh, Memacu pengguguran daun pada saat kemarau untuk mengurangi penguapan air Membantu menutup stomata daun untuk mengurangi penguapan, Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan sel bahkan menghentikannya Memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk menghasilkan gas etilen Memacu dormansi biji agar tidak berkecambah.
2.3.4.5 Hormon gas etilen
Hormone ini berasal dari bahasa Latin yang ditemukan oleh R. gene (1934) Objek penelitian : buah yang masak Hasil penelitian : Gas etilen mempercepat pemasakan buah Jenis : hormon tumbuhan yang berbentuk gas Kesimpulan : Pembentukkan gas etilen dipengaruhi oleh O2 dan dihambat oleh CO2.
Fungsi hormon gas etilen
Mempercepat pematangan buah Menghambat pemanjangan akar, batang dan pembungaan Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dann tebal Merangsang proses absisi Interaksi antara etilen dengan auksin memacu proses pembungaan Interaksi antara etilen dengan giberelin mengontrol rasio bunga jantan dengan bunga betina pada tumbuhan monoceus
2.3.4.6 Hormon Luka/Kambium luka/Asam traumalin
Hormon yang merangsang sel-sel daerah luka menjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan penutupan bagian yang luka Vitamin B12 9riboflavin), piridoksin (vit. B6) asam ascorbat (vit. C), thiamin (vitamin B1), asam nikotinat merupakan jenis vitamin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pertumbuhan dan perkembangan Vitamin berperan sebagai kofaktor.


2.3.4.7 Hormon Kalin
Dihasilkan pada jaringan meristem, Memacu pertumbuhan organ tubuh tumbuhan
Jenisnya adalah:
a. Fitokalin adalah memacu pertumbuhan daun
b. Kaulokalin adalah memacu pertumbuhan batang
c. Rhizokalin adalah memacu pertumbuhan akar
d. Anthokalin adalah memacu pertumbuhan bunga dan buah
e. Florigen hormon tumbuhan yang khusus merangsang pembentukan bunga
f. Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
2.3.5 Unsur hara
Kebutuhan unsur hara untuk proses pertumbuhan dan perkembangan adalah unsur makro.
 Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah banyak: C, H, O, N, S, P K, S, Ca, dan Mg
 Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit: Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, Cl dan Ni
 Unsur karbon diambil tumbuhan dalam bentuk CO2
 Unsur hidrogen diambil tumbuhan dalam bentuk H2OOksigen diambil tumbuhan dalam bentuk CO2. H2O dan O2
 Unsur C, H, dan O merupakan unsur utama penyusun Karbohidrat, lemak dan protein
Gejala Kekurangan unsur hara disebut defisiensi
2.3.6 Suhu
Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh suhu Suhu yang baik untuk pertumbuhan adalah sushu optimum Pertumbuhan dan perkembangan akan terhambat bila berada pada suhu minimum dan maksimum Vernalisasi adalah peningkatan perkecambahan atau pembungaan oleh suhu rendah Istilah vernalisasi diperkenalkan oleh Trofim Denisovich Lysakotahun1920
2.3.7 Kelembaban
Kelembaban tanah dan kelembaban udara mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Tanah yang lembab dan udara yang kering mempercepat pertumbuhan dan perkembangan
2.3.8 Cahaya
Cahaya (merah, biru, nila dan violet) berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis. Etiolasi adalah Pertumbuhan kecambah ditempat yang teduh akan berlangsung cepat, tetapi abnormal Daun tanaman yang terkena cahaya lebih kecil dan mesofilnya lebih tebal dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya. Stomata tanaman yang terkena cahaya ukurannya kecil dengan jumlah yang banyak dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya
Akar tanaman yang terkena cahaya lebih lebat dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya.
2.3.9 Air
Air merupakan senyawa yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Air sebagai pelarut unsur hara dalam tanah, dan memelihara temperatur tanah. Pertumbuhan berlangsung efektif pada malam hari, karena kandungan air dalam tumbuhan lebih tinggi dari pada siang hari
2.3.10 Ph
pH sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Pada kondisi pH normal, kandungan unsur-unsur yang diperlukan seperti Ca, Mg, P dan K cukup tersedia. pH asam memiliki kandungan unsur Al, Mo, Zn yang dapat meracuni tumbuhan.


BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
 pertumbuhan adalah Proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume atau jumlah) yang bersifat irreversible.
 Perkembangan adalah merupakan proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat pemetangan atau kedewasaan makhluk hidup.
 Perkembangan adalah merupakan proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat pemetangan atau kedewasaan makhluk hidup.
 Imbibisi adalah Masuknya air kedalam biji Aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme
 Fungsi hormon Auksin
 Merangsang pemanjangn sel pada daerah titik tumbuh
 Merangsang pembentukkan akar
 Merangsang pembentukkan buah tanpa biji (partenokarpi)
 Merangsang differensiasi jaringan pembuluh dll.
 Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah banyak: C, H, O, N, S, P K, S, Ca, dan Mg
 Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit: Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, Cl dan Ni
3.2 SARAN
Pada pembuatan Makalah ini seharusnya ada rumusan masalah. supaya penulis dapat lebih mudah untuk mengali apa – apa saja yang akan dibahas nantinya pada pembahasan, dan sebagai pembatas sebuah pertanyaan, jika ada berbagai macam pertanyaan, jika tidak ada rumusan masalah maka penulis kurang mengerti apa yang akan dibahas.